Cara bijak menghadapi si tukang Hutang!!!

Seperti janji saya  sama bro Icaq’s untuk membuat artikel tentang sikap kita apabila ada sodara yang selalu pinjem uang. Untuk Bro Icaq’s…. artikel ini spesial buat dirimu, namun untuk sahabat, rekan, teman semua juga boleh baca dan berkomentar kok.

2. Icaq’s – Maret 14, 2011

Yg jd masalah tiap nabung digangguin sama sodara (pinjam uang)

Manusia dilahirkan selain sebagai makluk individu juga sebagai makluk sosial [ini pelajaran waktu SMP]. Manusia ditakdirkan tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain [katanya kalo mau hidup sendiri hidup aja di hutan].. Manusia akan selalu hidup bersama manusia lainnya karena adanya dorongan dan kebutuhan untuk berinteraksi dengan sesama, tanpa adanya bantuan dari sesama [minimal orang tua sendiri] manusia tidak akan bisa berbicara, berjalan bahkan tidak akan bisa ngeblog dan berkomentar seperti saat ini.

Balik ke permasalahan pinjam meminjam.

Bagaimana menghadapi sodara , teman, rekan, pacar yang suka minjem uang ke kita??? apakah harus dikasih pinjem ato tidak?? kalo dikasih pinjeman yang dulu aja belum dibayar, nggak di kasih ntar dibilangin pelit!!!  memang serba salah seperti buah simalakama…. Cerita seperti diatas mungkin pernah kita alami bahkan mungkin sering banget. Dulu saya selalu tak berdaya kalo sudah dihadapkan pada permasalahan klasik seperti itu [ndak tegaan], bahkan banyak pinjaman yang nyangkut karena tak tega menagih [jumlah yg nyangkut kalo dihitung lumayan banyak loh, tapi tak apa... yang lalu biarlah berlalu...]. Namun dengan bertambahnya usia serta saya berumah tangga & punya anak istri,  akhirnya ketemu juga bagaimana cara menghadapi permasalahan klasik itu dengan lebih bijak.

Pertama…. Kesulitan kita, ya kita sendiri yang harus menyelesaikan

Resapi kalimat di bawah ini;

Siapakah yang akan merasakan kesulitan keuangan kita kalo bukan kita sendiri [kalo sudah berkeluarga anak istri juga akan ikut merasakan]

Itulah kalimat yang dulu selalu saya ulang-ulang agar saya bisa menemukan arti sesungguhnya dari kalimat itu… disaat saya merokok sambil termenung munculah cahaya putih berjubah panjang… Ada apa cu??? aa.a.a.a… anu….. Mbah siapa??? ha.ha.ha.ha aku adalah….. [malah ngelantur...]

“iya..ya.. seandainya saya susah pasti yang akan merasakan saya sendiri orang lain belum tentu ikut merasakan kesulitanku” jawaban dari kalimat diatas.

Kedua…. Sikap ketegasan dalam diri kita sendiri.

Ketegasan ini saya artikan keteguhan terhadap prinsip hidup, ketegasan ini tidak saya artikan sebagai sikap kaku terhadap orang lain. Misalnya; kita sudah mempunyai target tertentu yang harus dicapai, ya harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya. [hati ndak boleh letoi]

Ketiga…. Cari tahu yang sesungguhnya kebenaran alasan si peminjam.

Ini yang paling penting.. loh kok??? Orang minta bantuan kita pasti ada sebab-musababnya…. dan saya membagi sebab-musababnya menjadi 3 kategori: Emergensi, Kebutuhan dasar dan kebiasaan.

  • Emergensi…… juga bisa diartikan darurat dan tidak bisa diabaikan, harus segera diatasi secepatnya, misalnya si peminjam sedang tertimpa musibah, sakit keras dan sebagainya.
  • Kebutuhan dasar…. Makan, pakaian dan tempat tinggal.. misalnya selama 2 hari tidak makan, diusir dari kontrakan dan lainya.
  • Kebiasaan…. Hobynya memang pinjam uang.

Keempat… Belajar mengolah kalimat.

Ambil sayur kata satu ikat, masukkan bawang merah, bawang putih, garam, gula dan jadilah sayur kata bening… ha.ha.ha…. Yang dimaksud mengolah kalimat adalah berusahalah mencari padanan kata yang bermakna sama namun lebih halus. Maksudnya apa???? begini lo, rangkailah sebuah kalimat yang tidak menyinggung perasaan orang namun maksudnya sama. masih susah dimengerti!!!! wis contohnya begini :

Anak lagi malas belajar trus kita menginginkan dia tidak malas belajar.

“Cepat belajar!!!  kalo tidak mau belajar nanti ayah kunci di kamar mandi!!!” dengan nada keras sedikit membentak.

“Nak… ayah kok kangen sama pelajaran SD ya, ayo gantian sama ayah baca bukumu biar kangen ayah terobati….”

Dua kalimat yang sama tujuannya namun mempunyai dampak psikologis berbeda karena berbeda penyampaiannya.

Kelima… Lebih baik berbagi daripada menagih hutang.

Salah satu kelemahan saya adalah tidak tega menagih uang yang dipinjam orang…. rasanya berat lidah ini untuk berucap… nah saya lebih suka berbagi dari pada meminjami, karena meminjami berarti uang kita masih ada tapi kalo berbagi berarti uang kita sudah tidak ada… dengan kata lain berbagi tidak akan mengharap uang kembali….

Trus…. mana cara menghadapi permasalahan klasik itu dengan lebih bijak???

Tinggal gabungkan saja 5 unsur diatas… selesai dah…. Contohnya begini :

  • Ada teman/keluarga yang berniat pinjam uang dengan alasan untuk biaya berobat anaknya yang sedang mengalami kecelakaan sepeda motor…. Kalo nilai pinjamnya kecil ya saya kasih aja namun kalo nilainya besar sekali melebihi kemampuan saya, ya saya kasih pinjam sesuai kemampuan saya saja.
  • Ada teman/keluarga saya yang katanya sudah 2 hari tidak makan dan berniat pinjam uang untuk beli beras..Saya datangi rumahnya sambil saya bawakan beras… tidak perlu pinjam karena beras 5 kilo harganya sama dengan rokok 5 bungkus yang saya bakar…. untuk alasan yang seperti ini saya lebih suka memberikan barang daripada uang.
  • Ada teman/keluarga saya yang berniat pinjam uang dengan alasan yang macem-macem dan dianya mamang sering pinjem [hoby]…. Saya menolak permintaannya dan mencari alasan yang halus namun saya tawari dia dengan sejumlah uang yang menurut saya pantas, misalnya begini; sebelumnya saya minta maaf, bukannya tidak mau minjemi tapi uang saya sudah terlanjur saya pakai untuk indent Ducati Diavel, jadi sekali lagi maaf banget ya…. Tapi  kalo mau, ini ada sedikit uang… ndak usah dibalikin… bawa aja… biasanya teman yang hobby minjem pasti mau menerima tawaran seperti ini, juga jangan lupa berilah saran supaya dia berubah dan mau berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan saya juga batasi hanya 3 kali saja… Cara ini cocok sekali untuk orang yang sudah keluarga, sebab dalam keluarga kita juga harus mempertimbangkan sikap dan perasaan istri kita… jangan sampai masalah sepele malah bisa membuat keharmonisan rumah tangga terganggu…

Untuk bro Icaq’s…. pertanyaan sampean sudah terjawab pada contoh no.3…  kalo masih kurang jelas dan mau sharing sama saya, silahkan….. Juga untuk temen, sobat dan brother semua monngo dishare pendapatnya ato pernah punya pengalaman lain juga bisa di share….

Maaf contoh diatas bukan bermaksud menyombongkan diri ato apalah, namun saya hanya berniat sharing dan berbagi pengalaman hidup… karena saya sudah menganggap bro semua adalah sedulur…. semoga berguna….

—-Salam Hangat Dari Borneo—-

—Berusaha berbagi walau satu huruf—

About these ads

45 gagasan untuk “Cara bijak menghadapi si tukang Hutang!!!

  1. Iksa mengatakan:

    Ho ho ho dulu aku suka bingung begitu .. tapi sekarang sudah tak mempan lagi alasan apapun yang dikemukakan ..

  2. dnugros mengatakan:

    pake alesan klasik ‘lagi ga punya uang’, pasti dijamin manjur walaupun kadang bikin keki sipeminjam :-D

  3. sijidewe aka snalpot99 mengatakan:

    artikel top mas.. :)

    paling pakai alasan “wah lagi ada perlu ini itu, atau kemarin lagi butuh buat ini je paling punyane segini”

  4. azizyhoree mengatakan:

    untuk menghindari dirikita sendiri agar tidak ngutang an!, sesuaikan kebutuhan kita dengan yg kita mampu :)

    kalo itu sodara/ teman yg ngutang ke kita, ya lihat2 kondisi dan kenyataan dulu, kalo emang dia butuh beneran dan urgent ya kasihh dah sambil di ingetin , utang adalah utang , berdosa kalau ingkar, kita juga berdosa sebagai debitur jika tidak iklash saat hutang belum terbayar :)

    nitip kang joe :)
    http://azizyhoree.wordpress.com/2011/03/26/cbr-250-r-1-di-indonesia-yang-di-oprek-riset-exhaust-system/#comment-7517

    • joetrizilo mengatakan:

      mengalir bagai anak sungai…..

      • tuti mengatakan:

        orang berhutang pasti punya alasan sendiri,tentu saja dia malu menyatakan keadaan sebenarnya,bagaimana caranya dia mendapatkan pinjaman/kredit untuk menutupi hutang-hutangnya,bicara memeng mudah bagaimana kalau anda berada diposisi orang berhutang,pada dasarnya semua orang tidak mau berhutang.Entah hutang cobaan atau musibah hanya allah yang tau,barang siapa yang menggampangkan urusan orang lain maka allah akan melapangkan setiap urusannya.Amin…..

  5. x mengatakan:

    waduh maaf mbakyu, saya baru aja transfer uang buat anak saya yg kuliah di jerman dan inggris, cicilan jaguar saya sudah nunggak dua bulan, apartemen 1 bulan, pembantu saya mau nikah lagi, lusa saya mau shoping ke singapur.
    jadi maaf ya mbakyu, saya gak iso kasih pijeman ke sampeyan..

    nuwun sewu..
    abisnya sampeyan are’ nyilihe limangatusewu..

  6. miss. x mengatakan:

    eh kalau … ortu kita sendiri yang hoby berhutang . gimana nich cara untuk mengatasinya. so, biar ortu kita sadar .
    coz, ku sudah capek …. tiap kali nasehati ortu … kagk mempan. didepan kita bilang iya tp dibelakang ….kebalikannya.

    padahal dihitung2 pendapatan ortu ( alhamdullilah cukup untuk memenuhi kebutuhn , itu kalau bisa atur ) , lah ini ortu selalu merasa kekurangan teruss… gimana cara mengatasi ini …??? Help….coz, kucapek…menghadapi pihutang ….en nomboki terus …hutang ortu.

    kalau marah2 terus ma ortu … takut kwalat … tp kalau diem aja .. tambah berabe ….hik hik sedih …aku …help please ….-_-

    • joetrizilo mengatakan:

      Memang agak susah menghadapi kondisi seperti itu, di satu sisi ortu anda tetaplah ortu anda yang harus anda sayangi, di satu sisi anda sendiri pastinya juga keperluan sendiri juga….. suatu kondisi yang dilematis untuk mengambil keputusan yang tepat… namun pastinya masih ada cara yang sekiranya bisa “win-win solution” yang baik untuk ortu anda maupun anda sendiri tanpa harus mengorbankan rasa harmonis keluarga anda…
      agak susah bagi saya untuk memberikan sebuah saran, karena saya sendiri tidak mengetahui secara langsung kondisi permasalahan yang anda hadapi, namun disini saya akan mencoba memberikan saran yang mudah-mudahan bisa berguna untuk anda.

      ” Dari cerita anda, ortu anda berpenghasilan yang cukup, namun kurang bisa mengatur keuangannya sehingga ortu anda harus berhutang pada pihak lain. dan pada akhirnya anda juga ikut terbebani hutang tersebut”
      Disini saya melihat perlunya menagemen keuangan dari ortu anda.
      Siapa yang wajib menerapkan managemen keuangan ortu anda??? ya sudah pasti adalah ortu anda sendiri…
      Bagaimana kalo ternyata ortu anda tidak bisa memanagement keuangannya sendiri??? inilah tugas anda untuk memberikan bimbingan.
      Bagaimana cara membimbingnya??? bisa-bisa ortu anda akan tersinggung??? membimbing itu tidak harus seperti guru yang mengajari muridnya, namun carilah cara yang smart dan lakukan dengan gaya bahasa yang halus agar tidak menyinggung perasaan Ortu anda. syukur-syukur apa yang anda lakukan tidak diketahui oleh Ortu anda…
      Seperti apakah menegemen keuangan yang simpel itu??? pertama-tama tetapkan keperluan yang urgent dulu, misalnya membayar cicilan hutang yg jatuh tempo, membayar biaya berobat, dll… kedua kebutuhan dasar hidup, seperti makan, mandi, listrik dll…. yang ketiga jangan buat rencana lagi yang bisa membebani keuangan, tunda dulu, sisihkan uang yang tersisa agar bisa digunakan untuk suatu keperluan nantinya… seandainya Ortu anda suka membeli barang yang sifatnya tidak urgent atau barang-barang yang siftnya konsumtif, maka usahakan untuk di tunda dahulu…..
      Namun terkadang mengatur keuangan seperti itu agak susah apabila Ortu anda sudah mempunyai Hutang yang jumlahnya cukup lumayan, disinilah dituntut kerelaan dari anda untuk bisa membantu melunasi hutang Ortu anda tersebut dengan catatan ya semampu anda dulu…
      Disaat yang tepat, misalnya anda mau punya planing besar seperti mau menikah, atau yang lainnya, sampaikan kepada ortu anda bahwa anda tidak akan bisa maksimal untuk memberikan bantuan keuangan kepada Ortu anda…. jadikanlah planing besar itu sebagai alasan untuk merubah pola pikir Ortu anda… sampaikan dengan gaya bahasa yang bagus agar tidak menyinggung perasaannya…
      Saya yakin setiap Ortu tidak akan tega menyengsarakan hidup anaknya….

      Sekian dan semoga berguna…

      Salam, Joe Trizilo

  7. Gilang mengatakan:

    saya sering kali ngasih pinjaman dri yg nominal’y kecil smpe yg terbesar!smpe yg hilang gk ada kbr,dan bnyk yg nyangkutt…!! :( capek dan malu sendiri klo buat nagih!aneh’y smw itu tmn2 baik sy!kebanyakan klo satu org pinjem,yg lain jg pinjem smw….hadehhh’…mmng sy bank apa?!!! untuk ukuran org spt sy,sy pkir mmbri bantuan itu hal yg mulia.tp giliran sy yg susah! ngenes sndri…..:( contoh kata2 yg halus sdh di lakuka,yg kasarpun sudah,tp lwt sindiran sj.gmn lg ya?….bnyk org yg bilang sy jd tuwa!pdhl sy mikirin piutang d mn2……mreka acuh kaya gk ada beban!pdhl sy btuh buat ini itu…tp mreka seolah gk ada yg mw mengerti keadaan sy!jerawat smpe pd unjuk diri di muka saya,buah dr tekanan batin!….nyuwun sewu ,,,,paring solusinipun…?

    • joetrizilo mengatakan:

      Memang tidak gampang pada posisi anda, mengingat yang masuk daftar itu semua adalah teman anda semua. dan sekarang piutangnya susah untuk ditagih.
      Pertama adalah Seperti apakah kondisi temen2 yang berhutang pada anda itu??? apakah memang bener-bener mereka itu termasuk ke dalam “tak mampu”??
      Kalo memang temen2 anda memang kenyataannya termasuk ke dalam orang yang tak mampu, maka cuman ada satu, yaitu anda harus lebih bersabar. Namun kalo temen-temen anda tidak berkategori seperti diatas, maka sikap tegas dari anda sendiri yang diperlukan.
      Sedikit pengingat : teman baik adalah teman yang tidak akan sudi menyakiti anda. Nah sekarang anda bisa menilai sendiri, teman-teman anda itu baik apa tidak???
      Dan untuk selanjutnya, dengan kondisi seperti itu, minimalkan anda memberi hutang kepada temen-temen seperti itu, Lebih baik anda mencegah dari pada mengobati….
      Sekian dan semoga berguna…

  8. Sall mengatakan:

    Saya punya masalah sama pembantu yang suka pinjam uang.
    Waktu butuh alasannya ada saja butuh uang untuk biaya sekolah anak la, anak masuk rumah sakit.
    Tetapi setelah dikasih pinjaman dipakai untuk beli barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

    Setiap pas gajian akan dipotong ada saja alasannya untuk minta diundur pemotongan, bulan depan deh, bulan ini banyak kebutuhan.
    Setelah lewat beberapa hari entar terlihat dia beli baju baru.
    Pernah sekali tidak saya kasih pinjam langsung mukanya keriting.

    Pembantu bibi cuci ini kerja memang sudah sekitar4 tahun.
    Dulunya tidak ada kebiasaan minjam uang, sejak anaknya makin besar tuntutan banyak, anak SMP mau minta dibeliin sepeda motor, HP sudah ganti beberapa kali.
    HP saya sendiri saja sudah dipakai lebih dari 4 tahun,

    Terakhir sebelum lebaran, gaji nya mau minta diambil duluan katanya ada perlu.
    Saya kasih saja, tetapi sewaktu saya tanya sisa pinjaman dia kapan akan dipotong, langsung bicaranya lain.
    Katanya hutang yang cuma sedikit koq diminta.
    Aku langsung marah, gua jelaskan bukan masalah berapa jumlahnya tetapi pinjaman yg sudah 6 bln belum dibayar, tetap harus diselesaikan.
    Pokoknya bulan depan harus dipotong.

    Dia langsung ngomel, kalo gitu masa kerja gak bisa lama lagi.
    Betul betul keterlaluan, sudah pinjam uang tidak mau kembalikan masih sombong pula.
    Makan hati deh.

    Rasanya kepingin gua maki maki tapi gua sabar aja mengingat gak ada pembantu juga susah.
    Tapi gimana tindakan yang harus diambil jika selanjutnya dia mau pinjam uang lagi dan sewaktu gajian menolak dipotong.
    Tolong beri masukan.

    Thanks

    • joetrizilo mengatakan:

      Yah…. ya itulah kehidupan, ada macam-macam perilaku manusia. namun kita wajib selalu berikhtiar agar selalu diberikan yang terbaik.
      Dari cerita anda, hal seperti itu terjadi berulang-ulang. Begini mbak, Berikan ketegasan kepada pembantu anda, beri pengertian kepada dia bahwa pinjam meminjam berbeda dengan memberi bantuan. Jadi harus mau untuk mengembalikannya. namun yang perlu diingat, jaga sikap yang santun agar tidak menyinggung perasaan, lebih baik kita mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan daripada kita sendiri yang repot nantinya.
      Bagaimana kalo sudah diberikan pejnjelasan namun tidak berubah-ubah???
      ya kembali lagi kepada mbak, apakah mau memberhentikannya atau terus lanjut dengan konsekuensi muncul masalah yang berulang-ulang lagi.
      Tidak ada salahnya mencari penggantinya yang lebih baik kok, dan insyaallah orang baik itu tidak hanya satu mbak, namun banyak jumlahnya…
      Dan jangan lupa mbak, Sabar dan jauhkan pikiran dan perbuatan kita dari emosi yang sesaat, Kalo seandainya mbak sudah merasa terganggu sekali dan diperbaiki tidak bisa, tidak ada salahnya mencoba yang baru saja mbak…..
      Sekian dan mudah-mudahan ada solusi yangterbaik buat mbak…
      Salam;

  9. Naili Azka mengatakan:

    mohon bantuan sarannya…………….saudara ipar kakak dri suamiku meminjam uang senilai 50JT…dn itu telah berlangsung sdh 3thn tdk membayr..dan mulai menganggsur bulan depan dgn nlai 500rb/bulan….ktax kesanggupannya hanya seghitu…padahl kami jg dalam kesulitan masalah keuangan.. tpi klo diliat dia bru ambil kredit mtr dgn anggsuran 500rb dn ambil kredit BB 300 rb sebulan… berarti seharusnya dia sanggupp u membayar 1jt…bgaimana cara mengatasix? jujur sja saat ini dia memeutuskan hubungan persaudaraan dgn sya ..dn hanya mau berurusan dgn suami sya saja……

    • joetrizilo mengatakan:

      Hal yang paling pertama saya sarankan adalah bersabar mbak…. Apa yang mbak alami memang cukup berat. dan saya yakin semua ada hikmahnya buat mbak dan sekeluarga…
      Begini mbak, Yang membuat agak rumit adalah dia merupakan kakak ipar mbak yang sudah pasti agak susah untuk membuat ketegasan kepadanya.
      Saya tidak tahu persis seperti apa sih kondisi sebenarnya dari kakak ipar mbak??? Kakak ipar anda hanya sanggup mengangsur 500rb/bln atau perlu waktu sekitar 8 tahunan lebih untuk melunasinya…. yah ini butuh sebuah kesabaran lebih mbak karena waktunya yang cukup lama…
      Pihak yang berhutang kepada anda adalah kakak ipar anda jadi apa salahnya kalo anda bermusyawarah dengan suami anda untuk mencari solusi yang terbaik.
      Saya kurang tahu, perjanjian hutang piutangnya dulu seperti apa????
      Nah kalo ternyata kakak ipar mbak menyalahi perjanjian, maka tidak ada salahnya mencoba mengambil sikap tegas kepadanya namun bijak.
      Cari tahu dahulu, sesungguhnya seperti apa kondisi keuangan kakak ipar anda, agar anda bisa bijak dalam mengambil keputusan.
      Satu lagi mbak,
      Ada cerita sedikit dari teman saya ;
      Teman saya mempunyai piutang ke temen yang lain, namun sudah 6 bulan tidak dibayar-bayar. Diminta sulit, alasannya selalu belum. Namun temen tidak patah semangat menagihnya, mengingat jumlah uangnya juga cukup besar (30jt). dan teman saya akhirnya berdoa setiap selesai sholat, berdoanya begini mbak ” Ya Allah, berilah rezeki yang banyak kepada si……, agar supaya si……. bisa segera melunasi utangnya kepada saya…. amin” Nah apa yang terjadi mbak, akhirnya setelah 2 minggu berdoa yang seperti itu terus menerus, Si…… tadi langsung mengajukan kredit ke Bank untuk melunasi hutang ke temen……
      Kejadian itu nyata dan real mbak…… dan saya hanya bisa ketawa mendengar temen itu cerita….
      Oke Mbak, semoga sedikit ini bisa berguna….
      Salam;

      • Naili Azka mengatakan:

        maaf mas skedar curhat…kmrin sya sms klo sya perlu uang 500rb u byr angsuran..namun jwabannx dia ngk mau tahu yg penting dia byrx awal blan..klo saya liat mungkin krn ad iktan saudara mkax dianggap remeh…

  10. Naili Azka mengatakan:

    oy…slama ini sya ngk ada perjanjia scara tertulis …sya mau bikin perjanjian spaya sya ada bukti…gmana menurut anda?

  11. joetrizilo mengatakan:

    Hemmmm… Ya kalo yang berurusan dg kita keluarga, biasanya begitu… mau kita tegasin ndak enak, ndak ditegasin makan ati…. serba susah….

    Yang berhutang pada mbak itu kan kakak ipar mbak alias kakak dari suami mbak, Nah coba berbicara pada suami mbak, gimana sebaiknya???
    Seandainya mau negesin, mungkin akan lebih baik jika yang menyampaikan adalah suami mbak…… dan itu mungkin lebih bisa diterima oleh kakak ipar mbak….

    Sekian dulu dan semoga bermanfaat….

  12. Diah mengatakan:

    Saya punya temen, sekarang malah satu kamar (kost) dengan saya (menampung karena kasian), jadi begini teman saya ini orang nya suka hutang, suka minta ditalangi dulu ketika beli sesuatu, suka minta ditambahin saat membayar ketika membeli sesuatu karena uangnya kurang.. uang yang dipinjam itu sedikit,, tapi terus-terusan.. teman saya ini juga suka memakai barang saya tanpa bilang terlebih dahulu, tau-tau sudah tidak rapi lagi..

    Mas Joetrizelo saya sadar kita ini adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, namun sejak kecil, dididikan orang tua mengharuskan saya untuk hidup mandiri, tidak bergantung dengan orang lain, dan terutama tidak membiasakan diri meminjam sesuatu milik orang lain..

    jadi dengan sifat saya yang seperti ini bagaimana cara bijak yang harus saya lakukan untuk mengatasi teman saya ini,
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih,.

    • joetrizilo mengatakan:

      Yah…. memang permasalahan dalam kehidupan itu tak ada habisnya… namun kita tak boleh menyerah…

      Begini Mbak Diah;
      Menolong teman itu seyogyanya dilandasi dengan rasa iklas, namun kita tak bisa memungkiri rasa iklas itu terkadang ikut tergerus oleh perilaku orang yang kita tolong tersebut… dan itu saya anggap masih wajar…
      Terkadang banyak juga teman yang tidak sadar bahwa manusia itu mempunyai batas tertentu, yang mana kalo sudah batas-batas itu dilanggar maka rasa iba itu akan hilang dengan sendirinya….
      Bagaimana dengan temen mbak Diah yang kesehariannya seperti yang mbak diah ceritakan??? Yah…. itu semua kembali kepada mbak Diah…. Menolong adalah perbuatan mulia namun seandainya kita terus-terusan menolong seseorang juga bisa berefek seseorang tersebut tidak akan berusaha keras untuk mandiri dalam mengatur dirinya sendiri.
      Agak susah memang, karena temen mbak itu satu kostan dengan mbak, yang sudah pasti akan mengetahui kondisi dari mbak diah.
      Namun kalo mbak mau mencoba untuk lebih tegas sedikit, saya pikir juga tidak masalah. misalnya begini;
      *** Seandainya mbak dimintai untuk nalangin (dihutangin) mbak bisa mengatakan “sedang tidak punya uang, mbak bisa berasalan kalo uang mbak sedang dipakai untuk ini dan itu yang sifatnya lebih urgent”
      Yang jelas mbak harus berusaha untuk lebih bisa tegas karena kebiasaan berhutang teman anda itu terus menerus namun tetep santun mengatakannya agar tidak menyinggung perasaannya.

      Sekian dulu, mudah-mudahan hidup anda bisa lebih nyaman….
      salam;

    • dennis mengatakan:

      melihat apa yang terjadi pada anda, saya nilai teman anda memanfaatkan anda secara halus, begini :
      - Dia suka ngutang untuk beli barang, ngutang itu sebenarnya dalam bentuk apapun adalah sifat yang tidak baik
      - Dia tidak menghargai pengorbanan anda dengan memakai barang sesuka dia kemudian ditinggal berantakan
      - Kalau dia punya sesuatu (uang/makanan/benda) maukah dia memberi anda atau sebagai wujud balas budi? walaupun menolong tidak mengharap balas budi namun setidaknya dia harus ada itikat baik
      - sebagai orang yang normal, harusnya sungkan / merasa tidak enak untuk meminjam sekali saja, apalagi kalau berkali kali

      Teman seperti ini makan hati,jika diteruskan dia tidak akan mandiri dan akan semakin dimanfaatkan

  13. blognyamitra mengatakan:

    Saya baru tahu kalo sampeyan merokok :mrgreen:
    Kalo saya sih sebisa mungkin untuk tidak berhutang. Ngutang itu tanggung jawabnya besar, gak hanya kepada manusia tapi juga ama yang di Atas. Ketika kita mati, di alam kubur kita akan ditanya oleh malaikat masalah hutang. Seseorang jika meninggal dunia & sebelum dikubur, pihak keluarga yang ditinggalkan biasanya akan mengatakan jika ada masalah hutang dengan almarhum/almarhumah untuk segera memberitahu.

  14. [...] menjadi tempat curhat tak cuman saya aja yang mengalami tapi juga dirasakan oleh mas Joe Trizilo (artikelnya ini). Malahan tempat curhatnya tidak berkaitan dengan dunia mobil atopun motor tapi tentang hutang [...]

  15. nenk wie mengatakan:

    trus klo dy msih punya utang….mw mnjem lagi…sdangkan saya g bsa menolaknya karna dy lebih tua dr saya…trus orang’y jg suka menolong saya klo lg ksusahan….

  16. santo mengatakan:

    ceritanya uda 2 tahun minjam uang tapi yg diksh separoh pdhl hutangya msh byk mslhnya sekarang surat bukti yg dipegang uda hilang ngimana caranya minta hutangnya yg sisa tolonglah solusinya krn pikiran uda buntu nih trimksh

  17. Wawan mengatakan:

    Sulit menjadi orang yang terlihat mampu. sangat sulit menghadapi teman yang suka hutang kalau ditolak bisa-bisa permusuhan yang datang (minimal digunjing sebagai orang yang pelit), jika diturutin kok ya terus-menerus berlangganan.

  18. Dian Inayatu mengatakan:

    kalau tiap bulan jd langgan pinjam gmn? seakan2 kita aja yg membebani dia…pdhal dia sndr yg pusing..dan tdk jelas n gengsi mengakui kl dia py tanggungan Bank misalnya..tp alasannya gonta ganti..akhirnya aku ya menjauh..lebih2 pas aku butuh..n jg Ngetest Dia..minjemein akau nggak? e… Nakal jg..Karepe kt hrs memenuhi keinginan dia..tp dianya gak ada Tipo Sliro

  19. Wahyudi mengatakan:

    Saya seorang pedagang kelontong.. Saya punya kakek yang mempunyai kebiasaan hutang, hampir semua kebutuhan sehari2 kakek saya ngutang diwarung saya, dari gula pasir, teh, mie instant, gas elpigi, obat nyamuk, bahkan barang barang yg tidak penting seperti cemilan dll.. Kakek saya pasti membayar tapi kadang satu bulan, kadang dua bulan. . Yang jadi masalah, saya membuka warung kelontong tersebut dengan modal pinjaman dari bank yg cicilan perbulan harus tepat waktu, saya sendiri juga punya tanggungan utk memenuhi kbutuhan sehari2.. Perilaku kakek saya tersebut membuat saya kesulitan untk memutar modal, perputaran uang menjadi terhambat, barang sudah hampir habis, tp uang belum ada, sehingga belum bisa kulakan.. Dan sudah berkali2 saya terlambat bayar cicilan bank.. Dan mungkin bulan ini saya ga bisa bayar. , mau berhenti jualan kok ga ada penghasilan, mau diterusin kok nyiksa, mohon solusinya. . Terima kasih

  20. debiariyanti mengatakan:

    iya sih harus ada ketegasan dr diri kita sendiri.
    tp klo yang ngutang tmen atau keluarga sendiri emang susah -_-

  21. mira mengatakan:

    Aku baru aja bertengkar dengan sahabatku. 8 tahun dia punya hobi minjem akhirnya aku cape, udah coba cara halus dari nolak dengan berbagai alasan, menyindir, tapi di atetap aja. akhirnya aku ga tahan ngomong langsung ke dia. dia sakit hati dan malah mengatakan aku ini ternyata sahabat yg tidak sebaik yg dia kira, aku tidak tulus, aku tidak ikhlas, tidak menghargai persahabatan ini dan dia harus banyak ngelus dada punya sahabat seperti aku.

    Yg membuat kesal itu karena dia sering pinjam untuk hal-hal yg tidak penting misalnya untuk berlibur dan dia itu penghasilannya cukup tapi tidak bisa memprioritaskan hal berdasarkan kepentingannya, gajinya habis untuk hal-hal ga penting misalnya beli barang-barang yg sifatnya konsumtif. toh gampang kalau ada perlu apa-apa ada aku.

    Sakit hati. Dia yg salah tapi aku yg dikatai macam-macam udah gitu dia ga ngerasa lagi selama ini perbuatannya salah. Udah dijelasin berkali-kali tetep aja ga ngerasa. padahal teman lain juga sudah mulai lelah dengan kelakuannya. aku merasa bodoh untuk 8 tahun ini mau aja dimanfaatin. dia yg salah tapi balik menyalahkan aku. dijelasin ga ngerti-ngerti juga. Pasrah deh semoga suatu saat dia mengerti dan aku yakin suatu saat dia pasti akan menanggung akibat perbuatannya sendiri.

  22. Yang mau cepat kaya dan halal..
    yang mau mengubah nasib…
    Yang mau terbebas dari hutang2..
    Yang ingin hidupnya lebih baik…

    silahkan klik disini:

    http://www.jutawancepat.mprm.net

    100% HALAL…No Tipu2…
    Karena tidak ada manusia yg ingin ditipu..

    Salam Sukses

  23. dhie mengatakan:

    Lagi bete dengan yang nama nya menagih hutang iseng”brows eh nemu ini web,hehe,salam kenal buat siempu nya ini web,.
    share dong mas,.kali aja bisa ngademin ini hati yang sedang galau gara2 hutang yang janji nya mau di ganti tapi hanya janji joni yang aku dapat,.yang minjem duit aku ini di banjarmasin,intinya gak sekota dengan aku,fb aku dia block,di telp gk di angkt,sms gk bales,ym juga di anggurin,.hiks(tepokjidat)aku dah nyoba mssg ke fb ade nya ,blsan mssg dri ade nya cuma nanya brp banyak,setelah itu hilang di telan bumi,.harus gimna lgi aku,mumet.com sedangkan aku bnr2 lagi butuh uang itu ,kl mau di bilang ikhlas jujur sya blm bsa unk ikhlasin :(,

  24. MARY LENDERS mengatakan:

    Apakah Anda membutuhkan pinjaman? Mencari pinjaman bisnis, pinjaman pribadi, hipotek, kredit mobil, pinjaman mahasiswa, pinjaman konsolidasi utang, modal risiko, dll.Kami menawarkan pinjaman dijamin untuk individu, perusahaan dan badan usaha berbadan hukum dengan tingkat bunga rendah dan terjangkau 3%, Kami menawarkan semua jenis pinjaman asli. Hubungi kami hari ini melalui: marylenders3@gmail.com

  25. rinowengi mengatakan:

    Kalo pinjem terus kadang ga tahan jg, n tak jarang aku kasi saran bgini,” Emang ga ada lagi barang yang bisa kamu jual”,
    memang nakutin punya temen pengennya utang terus…nyusahin..He…he, Mn Gue ga tegaan hi..hi..liat muke temen pengen ngutang aja dh nyesek.Tapi kalo inget pas dulu kejerat masalah Utang jadi inget minjam sana minjem sini WOW…Romantika Tehnik Pinjam Agar Berhasil.Alhamdulillah udah Lunas.
    Bagi temen temen sanak kadang dan sedulur saya ingatkan jauhi utang yang menjerat…..Sakit lo (jadi Cerite). Ga taunya itu namanya duit….DUIT…auw sekali lagi Duit, Bisa bikin lo senang n happy2 tapi bisa bikin sesak napas kalo dari pinjaman yang menjerat…Tragis.
    Teorynya bgni kaya kita2 ini dalam pemakaian duit tidak pakai menejemen yang akurat sementara pihak yang minjemin duit bagai ular yang telh menyuntikan bisa ke tubuh tikus yang mungil Wow…wow lg Ah,….SOLUSINYA Begini, TUTUP Utang Dan Jangan Lagi2.
    Buat yang Hobby ngutang kita kasih ikhlas dan besok2 jangan kasih lagi.

  26. GRANT mengatakan:

    No 27 , berlawanan Villa jahitan
    Metode penilaian di Inggris
    Kotak P o seat 24.537 Metode
    kesempatan

  27. riku mengatakan:

    aku juga ikut curcol yaa..
    aku punya mas kandung dan sepupu sampah semua , suka hutang samaku.
    mereka semua dari dulu sampe sekarang gak berubah!
    padahal bulan lalu baru hutang , terus kemaren bayar
    eh skrg hutang lagi.. bener² sampah ya kan?

    aku harus gmn nih menghadapi sodaraku yg sampah² ini kerjaan mereka cuma pinjem duitku aja..

    emangnya aku bank tiap bulan mereka pinjam duitku terus :(
    kalo ditagih muka mereka cemberut -_-”
    apakah mereka sudah gila ya?

  28. bang tito mengatakan:

    sama sprti tetangga toko gw tiap ada barang model baru pasti ngambil katanya bayar besok, tapi selalu gak prnah di bayar mau ditegesin segen gak ditegesin terus berulang spt itu cape deeeeh…………………..

  29. endahfatmawati mengatakan:

    aduhh emang susah kalo udah ada orang ngutang. Dengan berbagai alasan. Ee udah di penjemim kok jd langganan ya . Kalo udah 2 kalii kook jd terus langganan . Nolak susah . Kalau udah dikasih .suka nyesel. kalo kia butuh gak bisa pulang .gimana kalo yang di pinjam itu bpkb motor . Buat cari uang di bank Untuk bayar utang. Ya memeang sih. Gak pinjam uang. Cuma kertas. Lancar jg .setor tp masalahnya. Kook teruus. Motor di pakai tp surat gak ada terus mulai baru sampe sekarang . Padahal kalo sampe lunas paleng cepet 1thn . Kalo udah 3 kalii . Emang orangnya sering ngutang. Saudara lg . suami gak bisa nolak . Cm kertas kok katanya gitu . Gak kehilangan duit kok. Gimana ya solusinya. Besok udah di balikin di pinjam lg . Haduuuh kalo udah buat langganan emang susah .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s