Fanatik = Surga Uang Bagi Yang Pintar

Anda percaya nggak, kalo masyarakat Indonesia masih terbelakang???? Sudah pasti anda-anda akan koor dan  menjawab; “oh.. saya sudah tidak terbelakang, saya sudah sekolah tinggi, saya sudah bergelar sarjana…” namun kita tidak bisa membohongi diri dengan fakta terbelakang… Salah satu faktornya adalah  kecendrungan  “fanatisme  berlebihan” pada masyarakat kita… salah satu contoh yang mudah dijumpai yaitu:  “fanatisme berlebihan” pada suku, agama, bahasa, partai politik, figur tertentu bahkan pada selebritis tertentu bahkan blogger tertentu… sering terlihat “fanatisme berlebihan” mengalahkan logika yang rasional sehingga melahirkan konflik horizontal yang bisa berujung pada pertumpahan darah, walaupun terkadang awalnya dari permasalahan yang sepele .

Bagi orang yang cerdas dan punya “uang”, “Fanatisme berlebihan” kondisi masyarakat yang seperti ini bisa ditangkap sebagai peluang bagus untuk dijadikan mesin uang. Tinggal bagaimana “membenamkan” image pada masyarakat, bahwa produk X dari produsen Y adalah bagus dan bla-bla-bla.. terus di maintain.. jadilah konsumen Indonesia yang sekarang ini… Banyak “fans-fans” produsen tertentu yang sangat loyal walaupun dijejalin produk yang tidak berkualitas. Setelah produsen berhasil membuat “loyalitas tanpa batas” pada konsumen setianya, maka produsen tinggal mengeruk keuntungan berlimpah tanpa ada koreksi apapun walaupun sebenarnya produknya biaa saja… Para “fans-fans” yang sudah tertanam loyalitasnya akan mati-matian membela walaupun sebenarnya yang dibela itupun tidak jelas jluntrungnya…

Dari uraian diatas, saya sendiri sebagai contoh nyatanya.  Saya pernah terbawa dalam arus fanatisme terhadap produk dari Merk T (walaupun tidak terlalu berlebihan loh… :D ), Alasan saya adalah resele valuenya bagus, spare partnya banyak serta bengkel cukup tersebar..  saya pernah punya R4 dari produsen T*M dengan merk Avz. Yang pertama muncul didalam benak saya sebelum meminangnya adalah Resele Value nya terus kemudian harga spare partnya dan kemudahan servis. Sebelum membelinya, sudah ada dibenak saya adalah harga jual kembali tidak rugi dan kalo bisa malah untung. Faktor kenyamanan, keamanan serta fitur-fitur yang ada pada kendaraan tersebut benar-benar terabaikan. Padahal kalo saya boleh jujur harga segitu bisa mendapatkan mobil bekas yang lebih nyaman, aman serta punya fitur lengkap. T Avz yang pernah saya pinang adalah lansiran 2005 type G, fitur standar bawaannya meliputi Central lock, AC, power window, power steering serta electric mirror. Soal kenyamanan, T Avz jauh dari rasa nyaman… jujur saja, redaman shock brekernya tidak mampu menahan goncangan saat melalui jalan yang agak keriting (di kabin mirip ke-shake gitu), bila kita melaju pada gigi 1 atau kita than di putaran rendah, maka gejala ajrut-ajrutan mesinnya terasa banget… seperti gejala tersendat… Setelah saya cari referensi, ternyata gejala ajrut-ajrutan mesinnya disebabkan oleh ketidaksempurnaan pada konfigurasi mesinnya (lansiran 2004-2007) dan baru di 2007 disempurnakan. Bila saya injak pedal lebih dalam di kisaran 80 kpj, maka mobil serasa melayang atau saya lebih sering menyebutnya tidak ada gigitannya.. mungkin disebabkan karena bobot yang “super ringan“… lha wong plat bodynya tifis banget sehingga kita tekan pakai jempol saja “dekok“…

Jadi saat itu sebenarnya saya tidak pada posisi idealis dalam memilih sebuah kendaraan… Harusnya dengan R4, maka yang saya dapatkan adalah kenyamanan serta keamanan bukan sebaliknya… memilih sebuah kendaraan didasari harga jual kembali… jadi yang namanya kenyamanan dan keamanan  terabaikan. Parahnya typikel masyarakat Indonesia hampir mirip dengan saya saat itu bahkan bisa lebih parah. Saya masih mending karena yang saya beli adalah rondonya. Mari kita tengok berapa banyak yang inden saat AX di rilis??? Mayarakat yang inden mencapai ribuan… Padahal kalo dicermati lebih dalam, apa yang bisa “didapatkan” dari AX tidak sebanding dengan harganya alias “over price”… Type terendah dari X terbaru dilepas di kisaran 163 jt, dari 163 tersebut minus ABS+EBD, engine yang dipakai berkode EJ-VE untuk versi 1 liter dan K3-VE untuk diatas 1.3 liter… teknologi mesin ini sudah kuno yaitu tahun 1990, jadi seharusnya dengan harga segitu konsumen harus bisa mendapatkan type engine terbaru, bukannya yang teknologinya sudah kuno…

Sebenarnya tidak hanya pada kasus A-X saja, konsumen Indonesia banyak yang tidak realistis dalam memilih sebuah kendaraan baik R2 maupun R4. “Doktrin” produsen yang sudah berlangsung lama dan terus menerus tidak akan mudah untuk dihilangkan… “Doktrin” tersebut sudah mendarah daging sehingga keloyalan konsumen Indonesia terhadap merk tertentu sudah teruji akan ketidak lunturannya…

Kondisi seperti ini bisa memunculkan kekhawatiran apabila “Fanatisme berlebihan” terhadap merk tertentu akan membuat masyarakat kehilangan jiwa kritisnya. Bisa-bisa suatu saat produk-produk yang sebenarnya underspec bisa laris bak kacang goreng atau produk-produk yang mengindahkan faktor safety juga bisa melenggang dengan alasan harga yang murah.

Bagi kita yang mau berubah, mulailah berubah menjadi konsumen yang cerdas. Yaitu alam memilih produk,  harganya sesuai dengan spekny, syukur-syukur speknya lebih tinggi daripada harga yang kita bayarkan.

Sekian dan semoga berguna..

Salam Joe Trizilo

Gambar : Joe Trizilo

About these ads

7 thoughts on “Fanatik = Surga Uang Bagi Yang Pintar

  1. Triyanto Banyumasan mengatakan:

    kalo mau merk T ya yg KI menurut saya tapi harga emang operprett tenan sampai rondonya jg operprett
    gimana kalo T itu Tawon saja.. hadeuh .. kayaknya otaku jg masih dijajah jepang Gan.. abwott

  2. joko mengatakan:

    mahalnya harga tidak secara mentah-mentah dinilai dari harga barangnya, ini bisa jadi lebih karena produk T menggunakan kelebihan harganya untuk membangun jaringan spare part yg tersebar hampir merata di daerah2, jadi selain anda membeli mobil anda juga membiayai penyediaan suku cadangnya.
    kalo harga mobil yg bener2 cuma jualan mobil ya memang value for money, tapi tidak untuk jaminan kesediaan onderdil. misal produk cina seperti FO*ON, CH*RY, atau ;lainnya seperti PR*TON, OP*L, K*A, dll.
    untuk mobil tersebut memang lebih murah/value for money namun apa yg terjadi, murahnya harga jual membuat pabrikan tidak banyak duit buat memperluas jaringan 3S, silakan anda tes tanya kampas rem mobil produk diatas di daerah pinggiran dan bandingkan dengan merk T atau D, dijamin sampe nangis blom tentu dapet, salah2 malah pake kanibalan dan akal-akalan.

  3. samin mengatakan:

    tolong dong untuk tawon body nya didandani dikiiit aja …masak g ada orang indonesia bikin desain yang agak lumayan….klo ngandalin nasionalisme saja msih agak susah harus diimbangi gengsi dikit.. dengan desain yang apik tentu tawon akan lebih bergengsi….shg tawon akan segera keluar madunya trus beranak pinak dunk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s