Ayo Kumpulin Minyak Jelantah Untuk Dibuat Biodiesel…

Indonesia dikenal dunia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama minyak bumi dan gas alam, dimana kita ketahui SDA minyak bumi dan gas alam adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan lama-kelamaan akan habis. Maka dari itu perlu mencoba melirik sumber energi yang bisa diperbaruhi atau Renewable Energy untuk menggantikan fungsi dari energi fosil. Indonesia termasuk negara tropis yang sebenarnya banyak terdapat bahan dari tumbuh-tumbuhan yang bisa diolah untuk menjadi sumber energi terbarukan tersebut. Tumbuhan / Tanaman tersebut sangat mudah untuk di budidayakan, seperti Kelapa sawit (Elaeis guineensis), Kaliki / Jarak / kastroli (Ricinus communis), Jarak pagar (Jatropha curcas), Kapok / Randu (Ceiba pentandra), Nyamplung (Chalopyllum inophyllum), Bidaro (Ximena americana).
Bagaimana dengan Biodiesel dari minyak Jelantah?? Minyak jelantah adalah minyak limbah yang bisa berasal dari berbagai jenis-jenis minyak goreng. Minyak ini merupakan minyak bekas yang bila ditinjau dari komposisi kimianya mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Keseringan menggunakan minyak jelantah dapat menimbulkan penyakit kanker dan lain-lainnya. Membuat Biodiesel dari minyak jelantah bisa melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi
Perbandingan sifat fisik dan kimia biodiesel dengan minyak solar :

Sifat fisik / kimia Biodiesel Solar
Komposisi Ester alkil Hidrokarbon
Densitas, g/ml 0,8624 0,8750
Viskositas, cSt 5,55 4,6
Titik kilat, oC 172 98
Angka setana 62,4 53
Energi yang dihasilkan 40,1 MJ/kg 45,3 MJ/kg

Kelebihan dari Biodiesel ini adalah emisi pembakarannya yang ramah lingkungan karena mudah diserap kembali oleh tumbuhan dan tidak mengandung SOx. perbandingan emisi pembakaran biodiesel dengan solar :
Senyawa emisi Biodiesel Solar

Senyawa emisi Biodiesel Solar
SO2, ppm 0 78
NO, ppm 37 64
NO2, ppm 1 1
CO, ppm 10 40
Partikulat, mg/Nm3 0,25 5,6
Benzen, mg/Nm3 0,3 5,01
Toluen, mg/Nm3 0,57 2,31
Xilen, mg/Nm3 0,73 1,57
Etil benzen, mg/Nm3 0,3 0,73

Selain itu, beberapa keunggulan biodiesel yang lain adalah :
• Lebih aman dalam penyimpanan karena titik kilatnya lebih tinggi.
• Bahan bakunya terbaharukan.
• Angka setana tinggi.
• bersifat ramah lingkungan.
• dapat terurai.
• mampu mengeliminasi efek rumah kaca.
• kontinuitas bahan bakunya terjamin

Mengaplikasikan Biodiesel pada kendaraan.
Biodiesel dapat diaplikasikan baik dalam bentuk 100% atau campuran dengan minyak solar pada tingkat konsentrasi tertentu, seperti 10% biodiesel dicampur dengan 90%. Namun setahu saya mengaplikasikan Biodiesel dalam bentuk 100% harus menambahkan alat Heat exchanger ato juga bisa heater, namun disini belum ada yang mengaplikasikan ini. Pemasangan alat ini bertujuan untuk memanaskan terlebih dahulu Biodiesel karena titik nyala Boidiesel lebih tinggi dari solar. Salah satu sarana transportasi umum yang sudah menggunakan biodiesel ini adalah Trans Pakuan Bogor. 10 armada Bus dari 20 armada Trans Pakuan Bogor mengaplikasikan Biodiesel ini, namun belum 100%, masih mencampurkan Biodiesel dengan solar dengan rasio campuran 20% minyak jelantah dan 80 % solar…. Dalam satu tahunnya, Trans Pakuan Bobor ini menghabiskan 43.200 liter untuk 10 armada busnya…

Proses pembuatan biodiesel dari minyak jelantah
Secara garis besar tahapan proses pembuatan biodiesel dari minyak adalah :

1. Proses pemurnian minyak jelantah dari pengotor dan water content
2. Esterifikasi dari asam lemak bebas (free fatty acids) yang terdapat di dalam minyak jelantah,
3. Trans-esterifikasi molekul trigliserida ke dalam bentuk metil ester, dan
4. Pemisahan dan pemurnian

Berikut tahapan dan langkah-langkah pembuatan biodiesel minyak jelantah:

  • Minyak jelantah yang sudah ditampung disaring terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut.
  • Bahan pelarut (metoxida) dibuat dengan mencampurkan 900 ml methanol dan 21 gram NaOH hingga larut selama 15 menit
  • Campurkan metoxida ke dalam ember berisi 3 liter minyak jelantah dan aduk memakai sendok plastik selama 30 menit atau campuran sudah rata.
  • Biarkan 4-12 jam sampai terjadi pengendapan. Pengendapan ditandai dengan dua lapisan berbeda warna dengan lapisan gelap berada di bawah yang disebut crude gliserin, sedangkan lapisan atas berwarna bening, crude BD
  • Pisahkan crude biodiesel dari crude gliserin lalu masukkan ke ember untuk dicuci dengan cara mencampurkan air bersih sebanyak dua liter.
  • Pompakan udara melalui pompa udara akuarium dan biarkan beberapa saat sehingga muncul warna putih susu
  • Pisahkan crude biodiesel yang berwarna kuning dengan air warna putih melalui selang
  • Biodiesel yang telah bening dimasukkan ke panci lalu panaskan hingga 100 derajat beberapa menit agar air dan sisa methanol menguap.
  • Biodiesel yang telah dipanaskan dan didinginkan dapat langsung dipergunakan untuk mobil maupun mesin diesel industri.

Analisa biaya pembuatan Biodiesel dari minyak jelantah.
Biaya bahan Baku :
Minyak Jelantah : 1.000,-/liter
Methanol : 5.000,-/liter
NaOH : 12.500,-/kg

Dalam 1 liter minyak jelantah memerlukan Methanol 200 ml dan NaOH 5 gr. jika konversi reaksi 93 %. Maka biaya untuk menghasilkan 1 liter Biodiesel adalah :
Minyak jelantah = 100/93 x 1000 = Rp 1075,29
Methanol = 200/1000 x 5000 x 100/93 = Rp 1075,27
NaOH kira – kira kita hargai Rp 100,00 / liter biodiesel
Utilitas (listrik dll) kita hargai Rp 100,00 / liter biodiesel

Total biaya produksi 1 liter Biodiesel adalah :
1075,29 + 1075,27 + 100 + 100 = 2.350,56,-

Jika dibandingkan dengan harga minyak solar bersubsidi maka akan di dapatkan selisih : 4.500-2350,56 = Rp 2.149,44,-. Selisih harga ini menggunakan dasar harga minyak jelantah Rp 1.000,-… seandainya harga minyak jelantah bisa di bawah itu maka selisihnya akan bisa lebih besar…

Disamping murah, kelebihan lain Minyak jelantah (biodiesel) adalah :

  • Biodiesel memiliki bilangan kualitas pembakaran yang lebih tinggi daripada solar yang ada di pasaran.
  • Biodiesel adalah bahan bakar beroksigen. Karenanya, penggunaannya akan mengurangi emisi CO dan jelaga hitam pada gas buang atau lebih ramah lingkungan.
  • Titik kilat tinggi, yakni temperatur tertinggi yang dapat menyebabkan uap biodiesel dapat menyala. Sehingga, biodiesel lebih aman dari bahaya kebakaran.
  • Tidak mengandung belerang dan benzena yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami. Sehingga ramah lingkungan.
  • Dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin.
  • Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun.

Usaha produksi Biodiesel ini sebenarnya mempunyai prospek yang cukup baik, mengingat banyak faktor yang bisa mendukung keterlangsungan industri pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini. Yang antara lain adalah :

  • Tersedianya minyak jelantah yang begitu melimpah.
  • Harga  minyak jelantah yang cukup murah, sehingga kalangan bawah (ground level) bisa ke sektor usaha ini.
  • Gampang untuk mendapatkannya.
  • Alat yang digunakan untuk menampung dan memprosesnya juga cukup sederhana.
  • Harga jual yang menguntungkan, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi, dan pendapatan pengelola.
  • Dalam skala besar dapat meningkatkan devisa negara, jika dijual kepasaran internasional.
  • Hasil olahan dan hasil pembakaran dari biodiesel ini ramah lingkungan, sehingga mengurangi dampak pemanasan global (global warming).

Tertarik mencoba….😀 monggo….

Sekian dan semoga bermanfaat.

Salam,-

Joe Trizilo

Source :

http://kotabogor.go.id/

www.migas-indonesia.com/

8 thoughts on “Ayo Kumpulin Minyak Jelantah Untuk Dibuat Biodiesel…

    • @abu tanisha : mungkin bisa dibawa ke Bogor, karena disana sudah ada industri pengolahannya.
      @blognya mitra : ntar cak giri protes….😀
      @ Dyna matic : waduh kalo dari minyak kelapa, belum tahu bisa ato ndak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s