Suzuki…… Kenali Selera….

Mengutip artikel Cak Giri (Prado.com) tentang kondisi pabrikan Suzuki di Indonesia, Pabrikan Suzuki saat ini seolah-olah terkesan “kurang mengerti keinginan konsumen Indonesia” seperti pada alenia berikut ini :

Yang menjadi persoalan prinsipal Suzuki mengesampingkan R & D lokal lima tahun terakhir ini. Mereka hanya diberikan kebebasan untuk desain warna hingga striping. Belakangan ini malah diminta mainan striping doang …hadeeegggghhh…..

Atau Pandangan Ki Saranto tentang Suzuki GW 250, Ki Saranto mengatakan sebenarnya spesifikasi Suzuki GW 250 sudah mencukupi namun masih ada beberapa sisi yang perlu ditingkatkan.

Secara spesifikasi, Suzuki GW 250 terlihat mencukupi, setidaknya 2 silinder lah cuman stylingnya gw lihat ada beberapa yang punya ruang perbaikan. Gw kok agak kurang sreg dengan modelnya GW 250, tongkrongannya mirip dengan motor-motor touring jaman dulu keluaran 5-10 tahun lalu. Apa bisa designnya dibuat lebih berani, supaya terlihat modern, dan lebih berotot. Ada beberapa sisi dari GW250 yang menurut gw perlu peningkatan, supaya nggak terlewat saya mulai membahas dari depan ke belakang aja yak.

Saya ingat dengan kata-kata dari Jepang yaitu gemba dan shugi yang bisa diartikan dengan pengenalan medan sudah harus dilakukan sebelum mulai melakukan perencanaan. Dan juga perlu diingat…

Suatu produk yang sukses pada suatu pasar tertentu belum tentu sukses memasuki pasar yang lain.

Sehingga diperlukan penyesuaian, pengikisan, pengurangan atau penambahan disana-sini untuk membuat suatu produk pas di suatu pasar. Suatu daerah atau juga bisa suatu negara pasti mempunyai budaya yang berbeda, mempunyai keunikan sendiri-sendiri juga konsumennya pasti juga kempunyai cita rasa sendiri-sendiri. Sehingga terkadang diperlukan usaha lebih untuk bisa lebih mengenal medan.

Mari tengok cerita bagaimana Kentucky Fried Chicken, di tahun 1970-an KFC ini mulai memasuki pasar Jepang yang bekerja sama dengan mitra lokal yaitu Mitsubishi Corporation. Kentucky Fried Chicken dengan gagahnya mulai membuka gerai-gerainya dengan mengikuti gaya Amerika-nya, yaitu dengan menempatkan gerai-gerainya pada daerah di sekitaran pintu masuk toll. Apa sambutan dari warga Jepang??? ternyata sambutannya tidak menggembirakan alias gerai-gerai KFC sepi. Melihat hasil yang seperti itu KFC akhirnya melakukan riset ulang untuk bisa memahami sebenarnya keinginan warga Jepang itu seperti apa sih??? Ternyata hasil riset menemukan bahwa gerai-gerai Kentucky Fried Chicken harus ditempatkan  pada daerah yang ramai di lalui oleh para pejalan kaki serta perlu menambahkan kecap Jepang pada 13 bumbu racikan Kolonel Sanders itu. Akhirnya KFC mengikuti hasil riset dan hasilnya penjualan KFC meningkat menjadi 400 milyar dalam setahun.

Begitupun juga dengan KFC di Indonesia, KFC memasukkan nasi dalam produknya agar produk KFC bisa diterima lidah konsumen Indonesia. KFC tahu kalo orang Indonesia tidak akan mengatakan sudah makan kalo belum makan nasi. Perut orang Indonesia masih belum menerima kalo perutnya hanya diisi kentang + Ayam goreng.

Kembali ke Suzuki dengan GW 250-nya, Suzuki GW 250 mempunyai spesifikasi ciamik dengan mengusung engine 250 cc dua silinder segaris, DOHC dengan 8 Valve ditambah pula mengaplikasikan liquid cooler. Spesifikasi ini sebenarnya sudah ajib banget namun sayang seribu sayang, casingnya kurang mengimbangi ciamiknya enginenya. GW 250 versi negeri Tirai Bambu menunjukkan Casingnya terlihat biasa saja tidak ada kesan besar nan gagah, tidak mengaplikasikan delta box sebagai kesan canggihnya dan kaki-kakinya juga terlihat tidak istimewa. Sayang banget jual barang canggih namun bungkusnya alakadarnya.

Dalam artikelnya mas giri, Bp Paulus S Firmanto yang saat itu masih di Yamaha mengatakan : “90% pengendara laki-laki menginginkan tampilan motor yang kekar. Maka dari itu kami merilis Byson”. Desain Yamaha byson menyiratkan aura gagah, dengan body yang gahar dan kaki-kaki yang gahar. Diameter shock depannya 41 mm, size roda belakangnya 130/70-17 ditambah dengan tampilan tangki bbm-nya yang gambot (walau hanya tambahan plastik). Dan hasilnya konsumen cukup antusias dengan Yamaha Byson walaupun harus rela inden….

Saya agak pesimis, Suzuki GW 250 ini akan dirubah mengikuti taste konsumen Indonesia yang menginginkan tampilan motor laki yang kekar. Mengingat prinsipal Suzuki sudah lima tahun mengesampingkan R&D lokal sehingga selera lokal bisa-bisa terabaikan begitu saja… Bebarapa produk Suzuki sebenarnya juga mempunyai kualitas yang cukup bagus, semisal shogun 110, Satria F 150 dan lainnya namun terkadang disatu sisi konsumen Indonesia merasa ada bebarapa produk Suzuki tastenya agak kurang sehingga konsumen ogah memboyong beberapa produk Suzuki.

Ya.. inilah yang harusnya cepat dipahami oleh Pabrikan berlogo S tersebut. Hasil riset R&D lokal harusnya menjadi acuan bagi prinsipal sebelum meluncurkan produk untuk pasar Indonesia, Ingat konsumen sepeda motor Indonesia itu unik, cita rasa ogah dengan produk yang setengah-setengah apalagi yang alakadarnya. Mari berkaca pada produk Suzuki Satria F 150 dan Honda CS 1, kaum muda yang menjadi sasarannya lebih memilih Suzuki Satria F 150 dibanding Honda CS 1, selain dari desainnya CS 1 yang setengah-setengah Satria F 150 diberikan bekal lebih di sektor enginenya yang 150 cc DOHC.

Bagaimana seharusnya Suzuki GW 250 sebelum masuk ke Indonesia??? Ki Saranto sebenarnya sudah gamblang membahasnya di artikel yang ini;

Saran untuk Suzuki 250 GW supaya tampilannya lebih modern dan berotot

Apa yang diulas oleh Ki Saranto ini, sudah cukup banget bagi Suzuki untuk bisa memahami sebenarnya taste konsumen batangan Indonesia itu seperti apa?  Sehingga seandainya GW 250 versi China tetep dirilis di marih, sudah tentu banyak konsumen Indonesia yang akan kehilangan selera untuk memboyong motor itu.

Suzuki, Kenali selera!!!!  tidak semua negara mempunyai selera yang sama, perlu mengenal medan sebelum memulai peperangan jika ingin memenangkan hati konsumen.

Sekian dan semoga berguna.

Salam;

Joe Trizilo

Berusaha Berbagi Walau Hanya Satu Huruf

4 thoughts on “Suzuki…… Kenali Selera….

  1. suzuki desain yg bagus cma d kelas CC yg besar…cba d ratakan smua desain modern pasti konsumen lebih milih suzuki…suzuki yg hngga pek saat ni masih terkenal ma ketangguhan mesin…hanya sja body masih jadul d kelas 110,125,bahkan 250 yaitu gw 250…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s