Waduh!!!! Pemerintah Seakan Memasukkan Mobil Sebagai Salah Satu “Kebutuhan Pokok Bangsa Indonesia”!!!!!

Setahu saya, kebutuhan pokok alias primer adalah kebutuhan dasar manusia yang meliputi pangan, sandang dan papan selain itu bukan kebutuhan pokok.

Bagaimana dengan Mobil alias kendaraan roda empat??? Apakah termasuk kebutuhan pokok ??? Apakah tanpa mobil bangsa ini tidak akan bisa hidup???

Bagi saya yang bukan seorang ekonom ataupun orang pintar apalagi saya jarang rangking 1 di sekolah, jelas akan menjawab mobil atau kendaraan roda 4 bukan kebutuhan pokok… Mobil atau kendaraan roda empat memang mempunyai fungsi yang penting dalam mempercepat berputarnya roda ekonomi namun mobil bukanlah satu-satunya moda transportasi bagi masyarakat kita. Masih banyak moda transportasi lain seperti sepeda motor, bis, truk, kereta api, kapal laut serta pesawat terbang yang bisa menggantikan fungsi dari mobil tersebut.

Tanpa mobilpun manusia juga masih bisa makan untuk hidup…. tanpa mobilpun manusia masih bisa tinggal di rumah… pakaian manusia adalah baju bukannya mobil.. Jadi sudah jelas sekali bagi saya Mobil bukanlah kebutuhan dasar manusia, karena kebutuhan dasar manusia adalah pangan, sandang dan papan!!!!

Pandangan saya ini berbeda dengan pandangan Pemerintah saat ini. Pemerintah akan segera merilis aturan LCGC yang kepanjangannya adalah Low Cost and Green Car. LCGC adalah program mobil murah pemerintah untuk pabrikan yang membuat mobil dengan kapasitas 1000-1200 cc. Pabrikan yang ikut pada program LCGC ini akan mendapatkan fasilitas insentif pemerintah yang diantaranya adalah Bea masuk untuk impor mesin peralatan produksi bahan baku komponen menjadi 0% juga dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) dari 10% ke 0%. Pemerintah berdalih bahwa saat ini Malaysia dan Thailand sudah memproduksi mobil-mobil kecil dan irit bensin atau Low Cost and Green Car ini, jika Indonesia tidak segera memproduksinya maka mobil dari kedua negara akan siap menyerang Indonesia.

Aturan LCGC ini jelas akan berbenturan dengan produk Mobnas kita sendiri. Mobnas diharapkan bermain pada kapasitas mesin di bawah 700 cc sedangkan LCGC bermain di kapasitas mesin 1000-1200 cc. Dengan kapasitas mesin dibawah 700 cc akan sangat sulit untuk bisa menghadirkan mobil dengan fasilitas komplit, karena range harganya sangat sempit. Bisa dipastikan Mobnas akan kesulitan untuk bisa menghadirkan fasilitas AC, Power steering dan lainnya karena kalo dipaksakan harganya akan seslisih tipis dengan mobil LCGC bikinan ATPM-ATPM besar. Yang pada akhirnya produsen Mobnas yang masih kategori industri kecil dan menengah akan mati secara sistematis dan mengenaskan!!!!

Pertanyaan saya adalah : Apakah ATPM-ATPM besar harus diberikan insentif sedemikian rupa agar mereka mau memproduksi mobil LCGC??? Coba kita tengok kesuksesan Astra dalam produk mobil sejuta umatnya yaitu melalui Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Dulu saat kedua varian itu diluncurkan ke pasar Indonesia, kedua mobil itu mendapat julukan mobil murah yaitu mulai 65 juta untuk Daihatsu Xenia standar dan 105 untuk Toyota Avanza. Dan bagaimana reaksi pasar indonesia??? wow…. predikat kedua mobil tersebut berubah!!!!! yang dulunya predikatnya mobil murah kini berganti dengan mobil Sejuta Umat, karena laris manisnya…. dan apakah harganya masih se-murah waktu diluncurkan??? wow… harga juga ikut pudar seiring dengan pudarnya predikat mobil murah…… Nah sejarah itu saja sudah jelas bahwa ATPM-ATPM besar masih bisa menuai sukses dari mobil murah mereka walau tanpa insentif bea impor 0 persen. Indonesia sebenarnya sudah mempunyai insentif alami untuk produsen mobil, yaitu pangsa pasar otomotif di Indonesia yang sangat besar. Dan seharusnya insentif alami ini sudah cukup membuat para produsen tergiur untuk mengambilnya.

Kira-kira mana yang lebih penting antara insentif untuk rakyat sendiri atau insentif untuk ATPM?? Masih banyak ilmuan-ilmuan kita, orang-orang kreatif, rakyat miskin, para petani, dokter di pedalaman, guru-guru di pedalaman serta pelaku usaha kecil dan menengah yang justru lebih membutuhkan perhatian dan insentif agar mereka bisa berkarya lebih baik lagi. Kita masih sering menyaksikan dari berbagai media, bahwa masih banyak penduduk miskin yang kesusahan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak. Kita masih sering mendengar daerah pedalaman sangat minim tersentuh fasilitas kesehatan, pendidikan serta fasilitas umum lainnya. Juga kita masih sering mendengar keluhan para pelaku UKM yang kesulitan permodalan. Serta tak jarang masih kita jumpai para petani yang kesusahan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan anjloknya harga beras saat panen, belum lagi sebentar lagi premium akan dibatasi… Kesusahan-kesusahan rakyat itulah yang seharusnya menjadi perioritas pemerintah untuk diselesaikan segera bukan sebaliknya, memberikan kemudahan fasilitas dan insentif untuk ATPM-ATPM besar yang sudah mapan dan bermodal besar. Pemerintah malah justru seperti Nguyahi Segoro…..

Apa yang saya tulis ini sudah pasti tidak akan bisa mengubah keputusan pemerintah untuk merilis peraturan LCGC, karena aturan itu sudah muntup-muntup dirilis… Namun sebagai rakyat Indonesia saya berusaha untuk mengungkapkan keprihatinan saya terhadap apa yang akan diputuskan oleh Pemerintah. Dan saya masih tetap berharap agar supaya pemerintah lebih memprioritaskan rakyat sendiri agar nantinya rakyat Indonesia bisa lebih mandiri dalam hal ekonomi.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Salam;

Joe Trizilo

Sumber gambar dari :

http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/11/11/23/lv42au-demi-papua-sang-dokter-tinggalkan-kemewahan-ibukota

http://www.kautau.com/2011/06/si-kayak-sakit-si-miskin-terlebih.html

http://omahtani.wordpress.com/2011/12/15/petani-miskin-harga-hasil-bumi-naik%E2%80%9Dsarjana-pertanian-apa-gunamu-%E2%80%9D/

11 thoughts on “Waduh!!!! Pemerintah Seakan Memasukkan Mobil Sebagai Salah Satu “Kebutuhan Pokok Bangsa Indonesia”!!!!!

  1. warga Indonesia itu bejibun…makanya…orang luar gak seneng kalo warga yang bejibun itu jadi pinter semua…

    oleh karena itulah..harus dibodohi dengan berbagai cara…secara sadar maupun tidak…

    pokoke..harus bodoh…harus miskin…harus terbelakang…tapi…dibolehin punya duit dikiiittt aja..biar bisa jadi konsumtip

  2. semua lini pemerintahan ini koplak semua . . . .
    masak wamen komen desain motor udah cukup safety, kalao sekaliber tukang becak okelah komennya kayak gitu , sekelas wamen ini lho. . . .

    ini lagi mobil dijadikan kebutuhan pokok . . . .
    apalagi ini. . . . .

    republik koplak . . . .

    keep brotherhood,

    salam,

  3. Ini salah satu bukti bahwa resistensi ATPM asing terhadap Asia Nusa. Kenapa aturan Mobnas belum turun sedangkan LCGC sudah mau turun…. Mereka ATPM asing memang tidak mau kue triliunan rupiah hilang begitu saja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s